Belum Temui Titik Temu, Perselisihan Serikat Pekerja dan PT Immortal Cosmedika Indonesia Berlanjut
Depok, 27 Maret 2026 – Perselisihan hubungan industrial antara Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan PT Immortal Cosmedika Indonesia hingga kini masih belum menemukan titik temu.
Permasalahan ini bermula pada Februari 2026, ketika perusahaan diduga melakukan mutasi sepihak terhadap 22 anggota serikat pekerja. Kebijakan tersebut memicu keberatan dari pihak serikat karena dinilai tidak melalui proses komunikasi serta tanpa adanya kesepakatan bersama.
Dalam upaya penyelesaian, PUK SPAI FSPMI telah menempuh jalur bipartit dengan mengajukan permohonan perundingan kepada manajemen perusahaan. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil lantaran pihak perusahaan disebut tidak menerima surat permohonan yang diajukan, sehingga dialog tidak sempat terlaksana.
Selain persoalan mutasi, serikat pekerja juga menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran lainnya, di antaranya pemberian upah di bawah standar Upah Minimum Kota (UMK) Depok serta adanya pemotongan upah yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan.
Sebagai tindak lanjut, PUK SPAI FSPMI melaporkan permasalahan ini kepada Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor sekitar satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Laporan tersebut mencakup seluruh dugaan pelanggaran yang terjadi.
Pada pertengahan Maret 2026, serikat pekerja kembali mengirimkan surat permohonan perundingan bipartit kedua. Kali ini, pihak perusahaan memberikan respons dengan menjadwalkan pertemuan pada 31 Maret 2026 sebagai langkah awal penyelesaian konflik.
Dampak dari kebijakan mutasi tersebut, sebanyak 22 anggota serikat pekerja tidak dapat menjalankan pekerjaan seperti biasa. Saat ini, mereka memilih berada di depan gerbang perusahaan sebagai bentuk aksi menunggu kejelasan dan penyelesaian dari pihak manajemen.
Ketua Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Bogor, Teti Supianti, menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang dialog dan berharap perundingan yang dijadwalkan dapat menghasilkan solusi yang adil serta menghormati hak-hak pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Immortal Cosmedika Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait permasalahan yang disampaikan oleh serikat pekerja.
