+6285753850838
Jalan Komp. Perumahan Ptb, Jl. Buaran Raya, Duren Sawit, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13640
admin@farkes.media

FSP FARKES KSPI Bersama FPTHSI Bangun Kesadaran Publik tentang Bahaya Asbes

Jakarta, 11 Juli 2026 – Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP FARKES KSPI) bersama Forum Pendidik Tenaga Honorer Swasta Indonesia (FPTHSI) menggelar kegiatan sosialisasi bahaya asbes (asbestos) bertajuk "Kenali Bahayanya, Lindungi Diri dan Keluarga", Sabtu (11/7), di Rumah Honorer/Rumah Kelompok Tani Hutan (KTH) Kaum Jayakarta, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FSP FARKES KSPI dalam mengedukasi masyarakat mengenai risiko paparan asbes terhadap kesehatan sekaligus mendorong upaya pencegahan agar masyarakat mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari dampak penggunaan material berbahaya tersebut.

Acara dibuka oleh Ketua Umum FPTHSI, Hamdi Zaenal, Presiden FSP FARKES KSPI, Idris Idham, serta Wakil Presiden KSPI, Kahar S. Cahyono. Dalam sambutannya, para pimpinan organisasi menegaskan bahwa kolaborasi antara serikat pekerja, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan sangat penting untuk memperluas edukasi mengenai bahaya asbes yang hingga kini masih banyak digunakan di berbagai sektor.

Presiden FSP FARKES KSPI, Idris Idham, menegaskan bahwa persoalan asbes bukan hanya menjadi isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tetapi juga merupakan persoalan kesehatan masyarakat.

"Paparan serat asbes dapat menimbulkan penyakit serius yang sering kali baru muncul puluhan tahun setelah seseorang terpapar. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya korban baru akibat penggunaan asbes," ujar Idris.

Kegiatan diawali dengan keynote speech yang disampaikan oleh Dr. H. Didi Suprijadi, M.M., Dewan Pembina FPTHSI, anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) KSPI, sekaligus pegiat lingkungan di Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta.

Dalam paparannya, Dr. Didi menekankan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus mengutamakan keselamatan manusia dan kelestarian alam melalui pengurangan penggunaan material berbahaya, termasuk asbes, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Siswo Darsono, Sekretaris Jenderal FSP FARKES KSPI. Ia menjelaskan berbagai dampak kesehatan akibat paparan serat asbes, seperti penyakit paru kronis, kanker paru, hingga mesothelioma, yang umumnya baru terdiagnosis bertahun-tahun setelah paparan terjadi.

Siswo juga mengingatkan bahwa risiko paparan tidak hanya dialami oleh pekerja yang berhubungan langsung dengan asbes, tetapi juga masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar material yang mengandung asbes, terutama apabila material tersebut telah rusak atau mengalami pelapukan sehingga melepaskan serat halus ke udara.

Selanjutnya, Prof. Agus Kusman dari FPTHSI menjelaskan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya asbes. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara konsisten merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Aisyah Fauziah sebagai perwakilan Training of Trainers Module (TTM) KSPI serta Rizka Septiana sebagai perwakilan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) KSPI. Kehadiran keduanya memperkuat kolaborasi lintas program di lingkungan KSPI dalam mendorong pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja yang inklusif, partisipatif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FSP FARKES KSPI berharap masyarakat semakin memahami bahaya penggunaan asbes, mampu mengenali potensi risikonya sejak dini, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen FSP FARKES KSPI dalam memperkuat sinergi bersama organisasi profesi, komunitas pendidikan, organisasi masyarakat, dan pegiat lingkungan untuk mewujudkan lingkungan kerja dan lingkungan hidup yang sehat, aman, serta bebas dari bahaya paparan asbes.

Dengan mengusung tema "Kenali Bahayanya, Lindungi Diri dan Keluarga", FSP FARKES KSPI berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari gerakan nasional meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya asbes. Edukasi yang berkelanjutan diyakini menjadi langkah preventif yang efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *