Perempuan FARKES KSPI Perkuat Komitmen Wujudkan Tempat Kerja Bebas Kekerasan, Dukung Ratifikasi Konvensi ILO No. 190
Jakarta, 30 Juni 2026 – Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FARKES KSPI) menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan pekerja perempuan melalui partisipasi aktif pada Seminar Perempuan KSPI yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Seminar ini mengangkat isu penting mengenai perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan di dunia kerja serta mendorong ratifikasi Konvensi ILO No. 190 di Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal KSPI, Ramidi, bersama Wakil Presiden KSPI Bidang Perempuan, Mundiah, yang menegaskan bahwa gerakan serikat pekerja harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta pelecehan.
Dalam sambutannya, Ramidi menyampaikan bahwa perjuangan perlindungan pekerja tidak hanya menyangkut persoalan upah dan kesejahteraan, tetapi juga menjamin setiap pekerja memperoleh rasa aman di tempat kerja.
"KSPI terus mendorong hadirnya regulasi yang memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 menjadi langkah strategis yang harus terus diperjuangkan bersama."
Sementara itu, Mundiah menegaskan bahwa perempuan pekerja memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan buruh yang berkeadilan.
"Perempuan pekerja harus berani bersuara dan menjadi bagian dari perubahan. Serikat pekerja harus memastikan setiap anggotanya terlindungi dari kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja."
Dalam seminar tersebut juga dibahas berbagai materi mengenai perlindungan pekerja dari perspektif pemerintah, Komnas Perempuan, implementasi Konvensi ILO No. 190 melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB), hingga penyusunan rencana tindak lanjut berupa rekomendasi kepada DPR RI, audiensi dengan kementerian terkait, kampanye publik, integrasi agenda gerakan buruh, serta monitoring proses ratifikasi.
Sebagai bagian dari komitmen organisasi, FARKES KSPI mengirimkan lima orang perwakilan perempuan, yaitu:
- Anny Rohayani (Bidang Media FARKES KSPI)
- Theresia T. Susanti (Bidang Perempuan FARKES KSPI)
- Lina
- Asmi
- Erna
Kehadiran delegasi FARKES menunjukkan keseriusan organisasi dalam memperkuat kapasitas kader perempuan sekaligus memperluas advokasi perlindungan pekerja perempuan di sektor farmasi dan kesehatan.

Suasana seminar juga berlangsung khidmat ketika Theresia T. Susanti dipercaya memimpin doa sebelum acara dimulai. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan panitia kepada kader FARKES sekaligus mencerminkan peran aktif FARKES dalam setiap agenda strategis KSPI.
Presiden FARKES KSPI, Idris Idham, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Bidang Perempuan FARKES dalam kegiatan tersebut.
"Perempuan adalah kekuatan besar dalam organisasi. FARKES akan terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader perempuan untuk berkembang, memperkuat kepemimpinan, serta menjadi pelopor dalam memperjuangkan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan."
Menurut Idris, perjuangan ratifikasi Konvensi ILO No. 190 harus menjadi agenda bersama seluruh elemen gerakan buruh agar setiap pekerja, khususnya perempuan, memperoleh perlindungan hukum yang lebih kuat.
FARKES KSPI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan KSPI dalam memperjuangkan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak kepada pekerja, memperkuat kepemimpinan perempuan, serta membangun budaya kerja yang menghormati martabat setiap insan pekerja.
