Idris Idham: Tragedi KA Bekasi Timur Alarm Keras Keselamatan Buruh Pengguna Kereta
Bekasi, 28 April 2026 — Presiden FSP FARKES R–KSPI, Idris Idham, menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek (4) dan Commuter Line Cikarang (5568A) di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut Idris, peristiwa ini bukan hanya kecelakaan transportasi biasa, tetapi menjadi peringatan serius bagi keselamatan jutaan buruh yang setiap hari bergantung pada kereta api sebagai moda transportasi utama.
“Bagi buruh, Commuter Line adalah sarana utama untuk bekerja setiap hari. Sementara kereta jarak jauh menjadi penghubung kami dengan keluarga di kampung halaman. Ketika tragedi terjadi, yang terguncang bukan hanya sistem transportasi, tetapi juga rasa aman buruh,” tegas Idris Idham.
Ia menekankan bahwa keselamatan dalam transportasi publik adalah hak dasar yang tidak boleh dikompromikan. Tingginya mobilitas buruh yang menggunakan kereta harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang benar-benar andal dan tanpa celah.
“Jutaan buruh setiap hari berdesakan di kereta. Dengan kondisi tersebut, standar keselamatan harus ditingkatkan secara serius, mulai dari sistem persinyalan, manajemen operasional, hingga pengawasan di lapangan,” lanjutnya.
Idris juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional serta transparansi dalam proses investigasi atas insiden ini. Ia menilai langkah perbaikan harus dilakukan secara konkret dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Negara dan operator transportasi harus menjamin keselamatan penumpang, terutama buruh yang menjadi pengguna terbesar layanan ini,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Idris Idham menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama FSP FARKES R–KSPI, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tutupnya.
