FARKES KSPI Perkuat Strategi Kampanye Digital untuk Isu Just Transition Perempuan dan Pekerja Muda
Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FARKES KSPI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran media digital sebagai instrumen advokasi pekerja melalui partisipasi aktif dalam Workshop Perencanaan dan Implementasi Kampanye Media Sosial tentang Just Transition untuk Perempuan dan Pekerja Muda yang berlangsung pada 18-19 Juni 2026 di Favehotel PGC Cililitan, Jakarta Timur.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KSPI bersama mitra gerakan serikat pekerja ini merupakan tindak lanjut dari Regional Training on Online Campaigns for Women and Youth on Just Transition yang sebelumnya diselenggarakan pada 6-8 Mei 2026. Workshop ini berfokus pada penyusunan rencana kerja, strategi implementasi, serta pembentukan tim kampanye media sosial yang efektif untuk mengangkat isu transisi yang adil (Just Transition) bagi perempuan dan pekerja muda.
Anny Rohayani, Wakil FARKES KSPI Bidang Media, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara serikat pekerja menyampaikan aspirasi dan membangun kesadaran publik. "Media sosial saat ini bukan hanya sarana komunikasi, tetapi telah menjadi ruang perjuangan yang sangat strategis bagi gerakan buruh. Melalui kampanye digital yang terencana dan berbasis data, serikat pekerja dapat menjangkau generasi muda, memperkuat edukasi publik, serta memperluas dukungan terhadap isu-isu ketenagakerjaan, termasuk Just Transition yang berkeadilan bagi perempuan dan pekerja muda," ujar Anny Rohayani.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan transformasi ekonomi menuju industri rendah karbon tidak boleh meninggalkan kelompok pekerja yang rentan.
"Perempuan dan pekerja muda harus menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Mereka tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif menyuarakan kebutuhan dan kepentingannya dalam setiap proses transisi," tambahnya.

Workshop tersebut membahas berbagai aspek penting kampanye digital, mulai dari penyusunan pesan utama, identifikasi target audiens, strategi konten, pemilihan platform media sosial, penyusunan kalender publikasi, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi kampanye. Selain itu, peserta juga membentuk kelompok kerja kampanye yang akan bertanggung jawab terhadap implementasi program secara berkelanjutan.
Anny menegaskan bahwa FARKES KSPI siap mendukung dan mengoptimalkan jaringan media organisasi untuk menyebarluaskan pesan-pesan kampanye yang mendorong keadilan sosial, perlindungan pekerja, serta pembangunan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa gerakan buruh harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguatan kapasitas media dan literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. FARKES KSPI akan terus berperan aktif dalam membangun narasi positif yang memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus mendukung agenda pembangunan yang berkeadilan," tegasnya.
Melalui workshop ini, diharapkan kampanye media sosial mengenai Just Transition dapat dilaksanakan secara terkoordinasi, efektif, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi gerakan serikat pekerja di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.
