+6285753850838
Jalan Komp. Perumahan Ptb, Jl. Buaran Raya, Duren Sawit, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13640
admin@farkes.media

Komite Perempuan KSPI Perkuat Kepemimpinan Perempuan, FARKES Dorong Perempuan Pekerja Lebih Aktif Berorganisasi

Jakarta, 4 Juni 2026 – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melalui Komite Perempuan KSPI menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan perempuan federasi afiliasi pada Rabu, 3 Juni 2026, di Sekretariat KSPI, Gedung DPP FSPMI Lantai 2, Jakarta Timur. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya persiapan Audit Gender KSPI, persiapan Kongres KSPI Tahun 2027, Jambore Pekerja Muda dan Perempuan, serta penyusunan program kerja Komite Perempuan KSPI ke depan.

Rapat dihadiri oleh perwakilan perempuan dari berbagai federasi afiliasi KSPI, termasuk Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi – KSPI (FARKES KSPI). Dalam forum tersebut, KSPI menegaskan komitmennya untuk memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam organisasi serikat pekerja.

Bidang Perempuan FARKES KSPI, Anny Rohayani, menyampaikan bahwa penguatan peran perempuan pekerja di dalam organisasi merupakan langkah penting untuk menciptakan gerakan buruh yang lebih inklusif dan berkeadilan. “Perempuan pekerja bukan hanya pelengkap dalam organisasi, tetapi harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah perjuangan serikat pekerja ke depan. Momentum menuju Kongres KSPI 2027 harus dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan dan kepemimpinan perempuan di semua tingkatan organisasi,” ujar Anny Rohayani.

Anny Rohayani (Foto. Media FARKES KSPI)

Menurutnya, perempuan pekerja saat ini masih menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja, mulai dari diskriminasi, kesenjangan kesempatan karier, perlindungan maternitas, hingga persoalan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Karena itu, FARKES KSPI memandang penting adanya penguatan kapasitas perempuan pekerja melalui pendidikan organisasi, pelatihan kepemimpinan, serta ruang partisipasi yang lebih luas dalam pengambilan keputusan di serikat pekerja.

“Perempuan pekerja memiliki kemampuan dan semangat perjuangan yang besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan dan dukungan organisasi agar lebih banyak perempuan dapat tampil sebagai pemimpin serta penggerak perjuangan pekerja,” lanjutnya. Anny juga menyambut positif rencana pelaksanaan Jambore Pekerja Muda dan Perempuan KSPI yang dinilai dapat menjadi ruang konsolidasi, pembelajaran, serta penguatan solidaritas antar perempuan pekerja dari berbagai sektor industri.

FARKES KSPI berharap agenda perjuangan perempuan di lingkungan KSPI dapat terus diperkuat secara nyata dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan lebih banyak kader perempuan yang aktif, progresif, dan memiliki kapasitas kepemimpinan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *