KSPI Bahas Isu Strategis Buruh dan Persiapan Rakernas 2026, FARKES: Momentum Perkuat Konsolidasi Perjuangan Buruh
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar rapat pimpinan pada Jumat (15/6/2026) di Sekretariat KSPI, Jakarta. Rapat yang dipimpin langsung oleh Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden KSPI, membahas berbagai isu strategis yang sedang dihadapi kaum pekerja, perkembangan situasi politik nasional, serta agenda perjuangan gerakan buruh ke depan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan federasi afiliasi KSPI, termasuk Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES R – KSPI), sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Said Iqbal menegaskan bahwa gerakan buruh harus terus menjaga soliditas dan memperkuat agenda perjuangan yang berorientasi pada kesejahteraan pekerja.
“Sebagai Presiden KSPI, hari ini saya memimpin rapat KSPI untuk membahas berbagai isu strategis yang dihadapi kaum pekerja, situasi politik terkini, serta agenda perjuangan kelas pekerja ke depan. Kami juga membahas persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI yang akan diselenggarakan pada bulan ini sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat arah perjuangan, menyatukan langkah, dan merumuskan strategi menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang,” ujar Said Iqbal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan buruh harus tetap adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan tujuan utama gerakan pekerja.
“Bagi kami, perjuangan buruh harus terus bergerak, adaptif terhadap perubahan, dan tetap berpegang pada tujuan utama: mewujudkan keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Idris Idham, Presiden FSP FARKES R – KSPI, menyambut positif pelaksanaan rapat tersebut. Menurutnya, forum konsolidasi pimpinan KSPI menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan langkah organisasi dalam menghadapi berbagai dinamika ketenagakerjaan nasional.
“FARKES memandang rapat ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan buruh. Di tengah perubahan kebijakan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, seluruh elemen KSPI harus tetap solid dan memiliki agenda perjuangan yang terukur demi memastikan hak, perlindungan, serta kesejahteraan pekerja terus meningkat,” ujar Idris Idham.
Ia juga menegaskan bahwa FARKES siap berpartisipasi aktif dalam Rakernas KSPI mendatang dengan membawa berbagai masukan dan aspirasi dari sektor farmasi dan kesehatan.
“Rakernas harus menjadi forum yang menghasilkan langkah konkret bagi penguatan organisasi, peningkatan perlindungan pekerja, serta penguatan posisi gerakan buruh dalam pembangunan nasional. FARKES siap mendukung dan mengawal seluruh keputusan strategis yang berpihak kepada pekerja,” tambahnya.
Rapat tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat peran KSPI sebagai wadah perjuangan pekerja Indonesia. Selain membahas isu ketenagakerjaan dan perkembangan politik nasional, peserta rapat juga melakukan evaluasi program kerja serta menyusun agenda strategis menuju Rakernas KSPI 2026.
Dengan konsolidasi yang terus diperkuat, KSPI bersama seluruh federasi afiliasinya optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan sekaligus memperjuangkan kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada kaum pekerja di Indonesia.
