Meneladani Hikmah Simbah Hasyim Asy'ari untuk Memperkuat Persatuan Umat dan Bangsa
Bangkalan, Madura - Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diselenggarakan di Bangkalan, Madura, resmi ditutup dengan penuh khidmat. Mengusung semangat "Sejuk Hikmah Simbah Hasyim Asy'ari", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, serta memperkokoh peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan zaman.
Prof. Dr. H. Fernadya Sima Antasari, Lc., M.A., M.B.A., menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Munas dan Konbes PBNU yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, musyawarah, dan semangat kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari, tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun peradaban yang berlandaskan akhlak mulia.
"Hikmah yang diwariskan Simbah Hasyim Asy'ari mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga persatuan, mengedepankan dialog, serta menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan golongan. Semangat inilah yang harus terus kita rawat di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi yang semakin pesat," ujar Prof. Fernadya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis sebagai perekat kebangsaan dan penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, hasil-hasil Munas dan Konbes PBNU diharapkan dapat menjadi pedoman dalam memperkuat pelayanan kepada umat, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kontribusi NU dalam pembangunan nasional.
"Penutupan Munas dan Konbes ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban. Dengan meneladani hikmah Simbah Hasyim Asy'ari, kita optimistis mampu menghadirkan kesejukan, persatuan, dan kemajuan bagi Indonesia," tambahnya.
Acara penutupan Munas dan Konbes PBNU di Bangkalan berlangsung dengan penuh khidmat serta dihadiri para ulama, kiai, pengurus NU dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan mengawal kemajuan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Bangkalan, Madura, Juni 2026
Prof. Dr. H. Fernadya Sima Antasari, Lc., M.A., M.B.A.
Tokoh Masyarakat dan Akademisi
