Rakernas KSPI 2026: Perkuat Konsolidasi Nasional, Satukan Langkah Perjuangan Buruh Indonesia
Jakarta, 24 Juni 2026 – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 sebagai forum tertinggi konsolidasi organisasi dalam merumuskan arah perjuangan gerakan buruh menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, ekonomi, sosial, dan politik yang terus berkembang.
Rakernas KSPI 2026 dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pimpinan lembaga negara, serta para pemimpin serikat pekerja dan serikat buruh dari berbagai konfederasi. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai, serta sejumlah pimpinan organisasi pekerja dan buruh nasional lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya dialog sosial dalam membangun hubungan industrial yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Rakernas bukan sekadar agenda tahunan organisasi. Lebih dari itu, Rakernas merupakan ruang strategis untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja, menyatukan visi perjuangan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang relevan dengan dinamika dunia kerja saat ini.
Melalui forum ini, seluruh afiliasi dan kader KSPI dapat bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta mengambil keputusan bersama demi memastikan organisasi tetap solid, adaptif, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai wadah perjuangan pekerja secara efektif. Rakernas juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antarserikat dan memperkokoh persatuan gerakan buruh Indonesia dalam menghadapi tantangan seperti ancaman PHK, perlindungan pekerja, revisi regulasi ketenagakerjaan, hingga isu transformasi industri dan digitalisasi dunia kerja.
Presiden FSP FARKES Reformasi KSPI, Idris Idham, menegaskan bahwa Rakernas KSPI harus menjadi momentum memperkuat peran serikat pekerja dalam memperjuangkan kepentingan anggota dan rakyat pekerja secara luas.
"Rakernas KSPI 2026 harus menjadi titik penguatan konsolidasi gerakan buruh nasional. Di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks, organisasi harus hadir dengan gagasan, strategi, dan program yang mampu menjawab kebutuhan pekerja. FARKES KSPI siap mendukung seluruh keputusan Rakernas dan terus berada di garis depan memperjuangkan hak, perlindungan, keselamatan kerja, serta kesejahteraan pekerja sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia," ujar Idris Idham.
Sementara itu, Presiden KSPI, Said Iqbal, menekankan pentingnya persatuan gerakan buruh dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional.
"KSPI akan terus memperjuangkan perlindungan pekerja, menolak PHK massal, mendorong lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan, serta memastikan negara hadir untuk melindungi kaum buruh. Rakernas ini menjadi momentum menyatukan kekuatan seluruh elemen organisasi agar perjuangan buruh Indonesia semakin kuat, terorganisir, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas."
Dalam berbagai sesi pembahasan, Rakernas juga menyoroti isu ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), perlindungan pekerja sektor informal, penguatan jaminan sosial, revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, hingga strategi menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan transformasi industri. Sejumlah pemimpin serikat pekerja yang hadir turut menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam menjaga keberlangsungan industri sekaligus melindungi hak-hak pekerja.
Bagi FSP FARKES Reformasi KSPI, Rakernas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi organisasi sebagai bagian dari gerakan buruh nasional yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perlindungan tenaga kesehatan, pekerja farmasi, serta seluruh pekerja Indonesia.
Dengan semangat persatuan, solidaritas, dan perjuangan, KSPI bersama seluruh afiliasinya berkomitmen terus menjadi kekuatan yang konsisten dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan masa depan kaum buruh Indonesia.
