Perkuat Solidaritas Gerakan Buruh, Presiden PBM Kunjungi Kantor DPP FSP FARKES R - KSPI
Jakarta, 23 Desember 2025 - Upaya memperkuat solidaritas dan konsolidasi gerakan buruh lintas sektor terus dilakukan. Presiden Persatuan Buruh Migran (PBM) melakukan kunjungan silaturahmi dan diskusi strategis ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DPP FSP FARKES R - KSPI), Selasa (23/12).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden PBM diterima langsung oleh Idris Idham, Presiden FSP FARKES R - KSPI, bersama Dimas P. Wardhana, Wakil Presiden FSP FARKES R - KSPI Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat persatuan.
Diskusi yang berlangsung membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan buruh migran, penguatan jaringan organisasi buruh, serta pentingnya membangun kerja sama lintas federasi dan sektor dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan nasional maupun global.
Presiden FSP FARKES R - KSPI, Idris Idham, menegaskan bahwa buruh migran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan kelas pekerja Indonesia. Menurutnya, sinergi antar organisasi buruh menjadi kunci untuk memperkuat posisi tawar pekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Persoalan buruh migran adalah persoalan bersama gerakan buruh. Diperlukan solidaritas lintas sektor agar hak-hak pekerja, termasuk buruh migran, dapat diperjuangkan secara lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Idris Idham.
Senada dengan hal tersebut, Dimas P. Wardhana menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara FSP FARKES R - KSPI dan PBM. Ia menekankan perlunya komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan untuk merespons berbagai dinamika kebijakan ketenagakerjaan.
“Hubungan antar lembaga dalam gerakan buruh harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang solid, kita bisa saling mendukung dan menguatkan agenda perjuangan buruh secara kolektif,” jelas Dimas.

Sementara itu, Presiden PBM mengapresiasi sambutan dan keterbukaan FSP FARKES R - KSPI. Ia menyampaikan harapannya agar ke depan terbangun kolaborasi nyata dalam advokasi, pendidikan buruh, serta penguatan kapasitas organisasi demi melindungi hak dan martabat buruh migran Indonesia.
Pertemuan ini menjadi penegasan komitmen bersama bahwa solidaritas, persatuan, dan kerja sama antar organisasi buruh merupakan fondasi penting dalam memperjuangkan keadilan sosial, perlindungan pekerja, dan kesejahteraan buruh Indonesia di seluruh sektor.
